Dearest..
Dingin menembus relung jiwa..
Laksana setetes embun menyirami luka..
Sekujur tubuhku bengkak terbuka..
Masih melekat nafas aroma..
Setelah air hujan dan bumi berbicara..
Katak-katak pun tertawa..
Dengan bangga dendangkan nada..
Perkutut menggumam berirama..
Terhuyung hatiku terkulai bersama jiwa..
Duka terobati walau tak lama..
+)terpuruk oleh suasana..

Tidak ada komentar:
Posting Komentar