Powered By Blogger

Rabu, 23 Mei 2012

terpuruk

Dearest..
Dingin menembus relung jiwa..
Laksana setetes embun menyirami luka..
Sekujur tubuhku bengkak terbuka..
Masih melekat nafas aroma..
Setelah air hujan dan bumi berbicara..
Katak-katak pun tertawa..
Dengan bangga dendangkan nada..
Perkutut menggumam berirama..
Terhuyung hatiku terkulai bersama jiwa..

Duka terobati walau tak lama..
+)terpuruk oleh suasana..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar